Yuk Lakukan AKSI HEBAT untuk Bumi!
Mengenal dampak kekeringan akibat perubahan iklim terhadap air bersih, kesehatan, pangan, dan kehidupan sehari-hari, serta kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga bumi.
Difavoritkan 0 orangDibagikan 0 kali
Masuk sebagai siswa untuk menyimpan progres belajarmu dan mengumpulkan badge.
Yuk Lakukan AKSI HEBAT untuk Bumi!
Teman-teman pasti pernah bertanya, mengapa akhir-akhir ini banyak daerah di Indonesia yang mengalami kekeringan? Salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim. Perubahan iklim membuat cuaca menjadi tidak menentu. Saat musim kemarau, beberapa daerah bisa mengalami hujan yang sangat sedikit sehingga terjadi kekeringan. Menurut data BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), pada September 2026 sekitar 80,7% wilayah Indonesia mengalami musim kemarau. Pada saat itu, hujan yang turun lebih sedikit dibandingkan biasanya.
Kekeringan membuat persediaan air bersih menjadi berkurang. Padahal, air bersih sangat penting untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci tangan. Jika air bersih sulit didapat, kita juga akan lebih sulit menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan. Akibatnya, anak-anak bisa lebih mudah terkena penyakit, salah satunya diare. Diare yang terjadi berulang kali dapat membuat tubuh anak kehilangan banyak cairan dan zat gizi. Jika terus terjadi, diare dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak serta membuat tubuh lebih mudah sakit.
Hal ini dapat kita lihat dari kasus diare di salah satu rumah sakit di Pontianak, Kalimantan Barat. Data mencatat sekitar 36 pasien mengalami diare, dan 40% di antaranya adalah anak-anak. Kasus ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi di saat Kalimantan Barat mengalami kemarau berkepanjangan. Karena itu, air bersih sangat penting untuk menjaga kesehatan. Dengan air yang cukup dan bersih, kita bisa mencuci tangan, membersihkan makanan, dan menjaga lingkungan tetap bersih. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu kita terhindar dari diare dan tetap sehat.
Kekeringan dan perubahan iklim tidak hanya membuat air sulit didapat. Makanan yang kita makan sehari-hari juga bisa terkena dampaknya. Cuaca yang terlalu panas karena perubahan iklim dapat membuat hasil pertanian berkurang pasokannya. Jika hasil panen berkurang, persediaan makanan di tiap keluarga juga bisa menurun.
Perubahan iklim juga dapat mengganggu para nelayan dan peternak hewan. Misalnya, jumlah ikan dapat berkurang karena suhu air laut berubah dan kebutuhan pakan ternak semakin sedikit.
Ketika persediaan makanan berkurang, harga makanan bisa menjadi lebih mahal. Keluarga bisa kesulitan membeli makanan yang cukup dan bergizi. Akibatnya, anak-anak mungkin tidak mendapatkan makanan yang beragam, seperti sayur, buah, ikan, telur, dan daging. Padahal, makanan yang beragam dan bergizi penting untuk membantu anak tumbuh sehat, kuat, dan aktif. Hal ini juga dirasakan oleh keluarga petani yang terkena dampak kekeringan. Sebuah penelitian di Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa kekeringan dapat membuat keluarga petani mengurangi pengeluaran untuk makanan.
Ketika pengeluaran untuk makanan berkurang, jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi juga dapat ikut berkurang. Sekitar 30% rumah tangga dalam penelitian tersebut makan kurang dari tiga kali sehari. Mereka juga mengurangi makanan yang kaya protein, seperti ikan dan daging. Hal ini menunjukkan bahwa kekeringan bukan hanya membuat air sulit didapat, tetapi juga dapat memengaruhi kecukupan pangan dalam kehidupan sehari-hari keluarga.
Masalah kekeringan perlu mendapat perhatian karena bukan hanya membuat air bersih sulit didapat, tetapi juga dapat memengaruhi makanan dan kesehatan kita. Kita memang tidak bisa mengendalikan perubahan iklim, seperti kapan hujan turun atau kapan kemarau panjang datang. Namun, kita bisa berusaha untuk menyelamatkan bumi dari perubahan iklim dengan melakukan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, lakukan AKSI HEBAT!
AKSI HEBAT untuk Bumi
- Atur penggunaan elektronik secara hemat
- Kurangi konsumsi daging merah karena peternakan sapi menghasilkan gas yang memengaruhi perubahan iklim.
- Suka berjalan kaki dan bersepeda dalam beraktivitas.
- Irit menggunakan air.
- Hindari barang sekali pakai seperti plastik.
- Ekstra hemat saat berbelanja.
- Biasakan memilah sampah.
- Ayo tanam dan rawat pohon.
- Tularkan kepedulian lingkungan kepada orang terdekat.
Dengan kebiasaan tersebut, kita dapat membantu menjaga kesehatan diri dan keluarga, sekaligus membuat lingkungan menjadi lebih siap menghadapi perubahan iklim. Yuk, mulai AKSI HEBAT dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan setiap hari!
Daftar Pustaka
- Manalu, R. Y. B., dan Dzikir, M. D. A. 2026. El Nino 2026: Fenomena Iklim Global yang Menguji Ketahanan Pangan dan Lingkungan Indonesia. FPIPS UPI. Diakses pada 18/09/2026. https://fpips.upi.edu/el-nino-2026-fenomena-iklim-global-yang-menguji-ketahanan-pangan-dan-lingkungan-indonesia/
- Colozza, D., dkk. 2024. Climate Change and Nutrition in Indonesia. Jakarta: UNICEF.
- Saputri, R. E. 2026. Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I September 2026. BMKG. Diakses pada 18/09/2026. https://www.bmkg.go.id/iklim/dinamika-atmosfer/analisis-dinamika-atmosfer-dasarian-i-september-2026
- Ruai TV News. 2026. Kasus Diare RSUD Soedarso Capai 36 Kasus dalam Sepekan. Diakses pada 18/09/2026. https://ruai.tv/kasus-diare-rsud-soedarso-capai-36-kasus-dalam-sepekan/
- Administrator. 2025. Menyelamatkan Bumi dari Perubahan Iklim: Langkah Kecil dari Kehidupan Sehari-hari. BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri. Diakses pada 18/09/2026. https://gaw-bariri.bmkg.go.id/publikasi/artikel/260-menyelamatkan-bumi-dari-perubahan-iklim-langkah-kecil-dari-kehidupan-sehari-hari