APIFAClimate Resilience Hub
Artikel Dampak IklimSD Kelas 4โ€“6Bahasa Indonesia

Kalah Pamor dari Plastik: Inilah Bahaya Sampah Organik dan Solusi Pengelolaannya

Kenapa akhir-akhir ini udara terasa makin panas, dan apa hubungannya dengan sampah di rumah? Yuk, kenali bagaimana sampah organik dapat menghasilkan gas metana serta cara sederhana mengolahnya menjadi kompos untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Apifa OfficialTerbit 1 Oktober 20265 menit baca
Favoritkan

Difavoritkan 0 orangDibagikan 0 kali

Masuk sebagai siswa untuk menyimpan progres belajarmu dan mengumpulkan badge.

Kenapa Bumi Terasa Makin Panas?

Kalian sadar nggak sih, beberapa waktu belakangan ini hawa terasa panas banget? Yang kalian rasain itu adalah salah satu bentuk nyata dari perubahan iklim. Rasanya seperti bumi kita sedang dipakaikan jaket tebal yang ngga bisa dilepas, sehingga udaranya makin pengap dan gerah. Ini bukan sekadar perasaan kalian. Suhu panas ini memang benar adanya. Menurut lembaga NOAA Amerika Serikat, bulan Januari 2026 adalah bulan Januari terpanas kelima sejak pencatatan pertama dilakukan, yaitu pada 1850. Apa itu NOAA? NOAA adalah singkatan dari National Oceanic and Atmospheric Administration. Tugasnya adalah memonitor cuaca dan iklim, mirip dengan BMKG di Indonesia.

Sebenarnya, tindakan kita sehari-hari di rumah itu bisa berdampak terhadap perubahan iklim juga, baik itu dampak buruk kalau kita ceroboh, maupun dampak baik kalau kita peduli. Karena itu, tindakan untuk menyelamatkan Bumi dari perubahan iklim bisa kalian mulai dari rumah juga, loh!

Sampah Rumah Tangga dan Perubahan Iklim

Salah satu contoh yang paling mudah adalah mengelola sampah rumah tangga. Menurut SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup, rumah tangga menghasilkan 51,38% dari jumlah keseluruhan sampah nasional. Itu adalah persentase terbesar dibandingkan dengan jenis-jenis sampah yang lain. Sampah rumah tangga yang dimaksud termasuk limbah dapur yang biasanya didominasi oleh limbah organik seperti sisa-sisa makanan. Oh iya, sekadar informasi, kalian bisa mencari informasi terkait data sampah nasional melalui SIPSN atau Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Mungkin kalian sering mendengar tentang masalah sampah plastik, tapi kalian pasti jarang mendengar orang yang membahas bahaya sampah organik seperti sisa makanan tadi. Kalau ngelewatin tempat sampah, kalian pasti sering mencium aroma-aroma ngga sedap, kan? Nah, aroma-aroma itu biasanya berasal dari sampah organik. Ngga cuma baunya, tapi gas yang dilepas oleh sampah organik juga sama bahayanya. Sampah organik itu melepaskan berbagai macam gas, salah satunya adalah gas metana. Kenapa bahaya? Karena gas metana itu termasuk salah satu gas rumah kaca yang jadi penyebab pemanasan global. U.S. Environmental Protection Agency menyebut gas ini mampu menahan panas matahari di atmosfer 28 kali lebih kuat daripada gas karbon dioksida.

Selain itu, gas metana juga sangat mudah terbakar. Bahkan bisa memicu ledakan jika terperangkap di bawah tumpukan sampah yang menggunung! Dilansir dari CNBC Indonesia (2026), dulu di Cimahi pernah ada kejadian tempat pembuangan akhir sampah meledak dan menyebabkan 157 orang meninggal! Segitu bahayanya gas metana. Sangat disayangkan ketika mengetahui sampah dapur ini dibuang begitu saja dan tidak dikelola dengan baik. Padahal sampah organik ini sebenarnya bisa kita gunakan kembali untuk menyuburkan tanaman.

Mengubah Sampah Menjadi Kompos

Untuk mengurangi emisi gas metana, kalian bisa memilih dan memilah sampah yang ada di rumah kalian. Sampah dapur, sisa-sisa makanan, hingga daun tanaman yang gugur bisa kita kumpulkan secara terpisah agar tidak membusuk percuma di tempat sampah. Nantinya sampah organik ini akan kita olah menjadi pupuk kompos! Kalian tau ap aitu kompos? Menurut Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, kompos adalah senyawa organik yang telah membusuk yang digunakan untuk memperbaiki struktur tanah dan memberikan nutrient pada tanaman.

Membuat Compost Pit di Rumah

Salah satu cara paling seru dan paling gampang untuk membuat pupuk kompos adalah dengan metode compost pit alias lubang kompos. Compost pit ini sangat mudah dipraktikkan. Kalian cuma perlu menggali lubang di halaman rumah, Kalau mengikuti saran dari Food and Agriculture Organization, kedalaman lubang yang diperlukan itu sekitar 1 sampai 1,5 meter.

Kemudian, kalian bisa memasukkan sampah organik yang terkumpul di rumah kalian ke dalam lubang, lalu mencampurkannya dengan sedikit kompos. Kalau kalian tidak punya, komposnya boleh diganti dengan tanah. Ini berguna untuk menghadirkan mikroba ke sampah organik kalian. Jangan lupa taburkan sedikit tanah atau dedaunan kering di atasnya agar tidak bau dan tidak dikerubungi lalat ataupun hewan lain. Setelah itu, biarkan tumpukan ini selama 6-12 bulan. Voila! Kompos yang bisa kalian gunakan untuk tanaman kalian

Jadi Pahlawan Cilik untuk Bumi

Keren banget, kan? Hanya bermodalkan lubang kecil di halaman, kita ngga cuma bikin kebun jadi hijau dan subur, tapi juga ikut jadi pahlawan cilik yang mengerem laju pemanasan global!

Referensi

  • Fakhriansyah, M. 2026. Gunung Sampah Meledak, Longsor Bak Tsunami Gulung Manusia: 157 Tewas. CNBC Indonesia. Diakses pada 18/09/2026. https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260221124356-25-712690/gunung-sampah-meledak-longsor-bak-tsunami-gulung-manusia-157-tewas
  • Food and Agriculture Organization. 2026. Climate-Smart Agriculture Practice Catalogue: Composting. FAO. Diakses pada 18/09/2026. https://www.fao.org/4/y5104e/y5104e05.htm
  • Kementerian Lingkungan Hidup. 2026. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). SIPSN KemenLH. Diakses pada 18/09/2026. https://sampahnasional.kemenlh.go.id/
  • National Centers for Environmental Information. 2026. Monthly Climate Report - Global Climate Report: January 2026. NCEI NOAA. Diakses pada 18/09/2026. https://www.ncei.noaa.gov/access/monitoring/monthly-report/global/202601
  • Sardjono, N. S. & Siagian, R. 2021. Jenis-Jenis Metode Pembuatan Kompos. Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Diakses pada 18/09/2026. https://ditjenbun.pertanian.go.id/jenis-jenis-metode-pembuatan-kompos/
  • United States Environmental Protection Agency. 2024. Basic Information about Landfill Gas. US EPA. Diakses pada 18/09/2026. https://www.epa.gov/lmop/basic-information-about-landfill-gas
#perubahan iklim#suhu panas#sampah rumah tangga#sampah organik#gas metana#pemanasan global

Konten lain pada kategori ini

Lanjutkan belajar dengan bahan yang masih satu kategori.

4 menit baca
Artikel Dampak IklimID

Industrialisasi Baju Thrifting Pengingat Buruknya Senitasi Grey Water sebagai Sarana Pertumbuhan Gulma dan Penguatan Kem

Tahukah kamu bahwa pakaian bekas yang kita beli juga memiliki jejak lingkungan? Yuk, kenali bagaimana industri pakaian bekas, penggunaan air dan deterjen, serta limbah tekstil dapat memengaruhi kualitas air dan ekosistem, sekaligus mencari cara berbelanja yang lebih bertanggung jawab.

Oleh Apifa Official

Baca Artikel
4 menit baca
Artikel Dampak IklimID

Zero Waste, Zero Excuse: Langkah Kecil Kurangi Limbah, Dampak Besar Untuk Iklim

Pernahkah kamu berpikir bahwa sampah yang kita hasilkan setiap hari juga bisa ikut memengaruhi perubahan iklim? Yuk, kenali hubungan limbah, gas rumah kaca, dan pemanasan global, serta pelajari gaya hidup zero waste melalui langkah sederhana yang bisa dimulai dari diri sendiri.

Oleh Apifa Official

Baca Artikel
7 menit baca
Artikel Dampak IklimID

Jangan Buang! Sisa Dapur Kampus Ini Diubah Jadi Lilin Aromaterapi dan Deterjen

Tahukah kamu bahwa sisa makanan dan minyak jelantah dari dapur ternyata bisa menjadi masalah bagi lingkungan sekaligus peluang yang bernilai? Yuk, kenali cara mengolah limbah dapur menjadi produk bermanfaat dan aksi sederhana yang bisa dilakukan mulai dari rumah, sekolah, atau kampus.

Oleh Apifa Official

Baca Artikel