APIFAClimate Resilience Hub
Artikel Dampak IklimSMPBahasa Indonesia

Jangan Salah Sangka! Tote Bag Lucu di Rumahmu Bisa Jadi "Monster" untuk Bumi

Tote bag tidak otomatis ramah lingkungan. Kenali dampak penggunaannya dan pentingnya menggunakan kembali barang yang sudah dimiliki agar konsumsi tidak berlebihan.

Apifa OfficialTerbit 1 Oktober 20265 menit baca
Favoritkan

Difavoritkan 0 orangDibagikan 0 kali

Masuk sebagai siswa untuk menyimpan progres belajarmu dan mengumpulkan badge.

Jangan Salah Sangka! Tote Bag Lucu di Rumahmu Bisa Jadi "Monster" untuk Bumi

Totebag Dmitrii Anikin/iStock

Pernah tidak kalian lihat laci dapur di rumah atau gantungan di balik pintu? Coba hitung ada berapa banyak tas jinjing atau biasa kita sebut tote bag yang tersimpan di sana. Apakah ada satu? Tiga? Atau malah ada puluhan yang menumpuk sampai berdebu? Setiap kali berbelanja, kita pasti menjumpai tote bag berbahan dasar kain sebagai wadahnya. Penggunaan tote bag saat ini sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Ketika membeli atau menggunakan tote bag kain, kita merasa seperti pahlawan hijau yang berhasil melindungi bumi dari bahaya kantong plastik. Namun, kalian sadar tidak? Penggunaan tote bag yang selama ini kita kira membantu menyelamatkan bumi dari kantong plastik ternyata malah membuat masalah baru. Kok bisa ya seperti itu?

Tahukah kamu, penggunaan tote bag awalnya bertujuan untuk menggantikan kantong plastik sekali pakai karena kantong plastik sekali pakai berbahaya untuk bumi kita. Namun lama-kelamaan, orang-orang memperlakukan tote bag sama seperti kantong plastik yang hanya sekali pakai, langsung dibuang atau ditumpuk di rumah sampai berdebu. Banyak juga toko-toko yang membagikan atau menjual tote bag dengan desain lucu dan warna-warni agar kita tertarik, padahal hal tersebut dapat berkaitan dengan praktik yang disebut greenwashing, yaitu upaya membuat suatu produk atau perusahaan terlihat lebih ramah lingkungan daripada kondisi sebenarnya.

Hal inilah yang membuat kita merasa sah-sah saja mengoleksi tote bag kain. Selain itu, kalian tahu tidak? Tote bag kain yang sering kita temui ternyata banyak yang mengandung bahan spunbond. Menurut informasi dari CNN Indonesia, bahan spunbond seperti bahaya yang tidak terlihat. Pabrik yang membuat tote bag ini mencairkan butiran plastik, lalu helai-helai serat halus plastik disemprot sampai membentuk lembaran yang mirip dengan kain. Jadi, aslinya tote bag berbahan plastik yang sedang menyamar menjadi kain.

Dilihat dari proses pembuatannya, tote bag kain disebut sebagai salah satu penyumbang emisi COโ‚‚. Gas COโ‚‚ merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat menahan panas di atmosfer. Ketika konsentrasi gas rumah kaca meningkat, panas lebih banyak tertahan sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Kita tentu tidak ingin melihat bumi kita mengalami kekeringan, kebakaran hebat, banjir, hingga melihat beruang kutub kehilangan rumahnya, hanya karena kita malas membawa tote bag yang sama untuk berbelanja. Dari sini kita bisa melihat, masalah utamanya ada pada kebiasaan buruk kita yang suka menyimpan tote bag dan dibiarkan menumpuk di balik pintu atau di laci dapur di rumah. Sejak kecil kita harus sadar bahwa pahlawan hijau yang sebenarnya bukanlah orang yang menyimpan banyak tote bag lucu dan warna-warni, melainkan mereka yang selalu memakai tote bag yang sama hingga rusak.

Jika sudah telanjur menyimpan banyak tote bag di rumah, lantas apa yang harus kita lakukan? Di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan.

1. Bawa dan Gunakan Barang yang Sudah Ada

Menurut penjelasan dari laman Save Money Cut Carbon, satu tote bag kain harus digunakan sebanyak 173 kali agar benar-benar berdampak positif bagi lingkungan. Jadi, tote bag yang tersimpan di rumah harus sering kita gunakan kembali, terutama pada saat berkegiatan.

2. Kurangi Konsumsi, Bukan Ganti Produknya

Hal penting dalam hidup berkelanjutan adalah menahan diri dari belanja berlebih dan memaksimalkan apa yang kita miliki. Jadi, hindari membeli tote bag ketika sedang berbelanja agar tote bag di rumah kita tidak menumpuk semakin banyak.

3. Edukasi Diri dan Teliti Sebelum Membeli

Edukasi diri dengan banyak membaca artikel mengenai perubahan iklim supaya kita bisa menyebarkan pengetahuan ke orang-orang di sekitar kita. Lewat informasi yang didapat, kita juga bisa lebih teliti menilai apakah produk yang ingin kita beli benar-benar memiliki dampak positif atau hanya kebohongan produk ramah lingkungan.

Sekarang kita sudah tahu kan bahaya dari tote bag kain yang ditimbun secara terus-menerus serta langkah apa yang harus kita ambil. Yuk mulai gunakan kembali tote bag yang sudah dimiliki. Bumi kita tidak butuh tote bag baru dengan warna dan desain lucu, yang bumi butuhkan adalah pahlawan hijau yang setia membawa satu tote bag untuk berpetualang sampai warnanya memudar.

Daftar Sumber

  • Junarko, D. 2022. Isu Kantong Belanja Ramah Lingkungan: Makalah Konseptual.
  • Gammage, E. 2021. Plastic Vs Cotton Bags: Which Is More Sustainable?. Save Money Cut Carbon.
  • Pinesty, T. 2025. Sadar Iklim Bukan Hanya Estetik: Beyond Reusable Tumbler dan Tote Bag. Health Heroes Indonesia.
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa. 2023. Apa Itu Perubahan Iklim?. United Nations Indonesia.
  • Sutari, T. 2026. Totebag dan Ilusi Ramah Lingkungan yang Berujung Jadi Sampah. CNN Indonesia.
#tote bag#gas CO2#perubahan iklim#konsumsi berkelanjutan#reusable

Konten lain pada kategori ini

Lanjutkan belajar dengan bahan yang masih satu kategori.

4 menit baca
Artikel Dampak IklimID

Industrialisasi Baju Thrifting Pengingat Buruknya Senitasi Grey Water sebagai Sarana Pertumbuhan Gulma dan Penguatan Kem

Tahukah kamu bahwa pakaian bekas yang kita beli juga memiliki jejak lingkungan? Yuk, kenali bagaimana industri pakaian bekas, penggunaan air dan deterjen, serta limbah tekstil dapat memengaruhi kualitas air dan ekosistem, sekaligus mencari cara berbelanja yang lebih bertanggung jawab.

Oleh Apifa Official

Baca Artikel
4 menit baca
Artikel Dampak IklimID

Zero Waste, Zero Excuse: Langkah Kecil Kurangi Limbah, Dampak Besar Untuk Iklim

Pernahkah kamu berpikir bahwa sampah yang kita hasilkan setiap hari juga bisa ikut memengaruhi perubahan iklim? Yuk, kenali hubungan limbah, gas rumah kaca, dan pemanasan global, serta pelajari gaya hidup zero waste melalui langkah sederhana yang bisa dimulai dari diri sendiri.

Oleh Apifa Official

Baca Artikel
7 menit baca
Artikel Dampak IklimID

Jangan Buang! Sisa Dapur Kampus Ini Diubah Jadi Lilin Aromaterapi dan Deterjen

Tahukah kamu bahwa sisa makanan dan minyak jelantah dari dapur ternyata bisa menjadi masalah bagi lingkungan sekaligus peluang yang bernilai? Yuk, kenali cara mengolah limbah dapur menjadi produk bermanfaat dan aksi sederhana yang bisa dilakukan mulai dari rumah, sekolah, atau kampus.

Oleh Apifa Official

Baca Artikel