APIFAClimate Resilience Hub
Artikel Dampak IklimSMPBahasa Indonesia

Berapa Banyak Sampah yang Kamu Hasilkan Hari Ini? Yuk Mulai Kurangi

Mengenali jumlah dan dampak sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan barang sekali pakai, penumpukan sampah di TPA, sampah makanan, emisi metana, serta berbagai tindakan sederhana untuk mengurangi dan mengolah sampah.

Apifa OfficialTerbit 1 Oktober 20266 menit baca
Favoritkan

Difavoritkan 0 orangDibagikan 0 kali

Masuk sebagai siswa untuk menyimpan progres belajarmu dan mengumpulkan badge.

Berapa Banyak Sampah yang Kamu Hasilkan Hari Ini? Yuk Mulai Kurangi

Pernah nggak sih kamu menghitung berapa banyak sampah yang kamu hasilkan dalam sehari? Mulai dari bungkus paket, sisa makanan, kantong plastik gorengan, sampai botol minuman. Kelihatannya sepele kalau hanya dilihat dari satu orang. Namun, bayangkan jika sampah dari jutaan orang terus bertambah setiap hari. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) dan menimbulkan berbagai masalah lingkungan.

Ilustrasi Tumpukan Gunung Sampah. Sumber: Detik.com

Kita sering bergantung pada barang sekali pakai seperti kantong plastik, botol kemasan, wadah food delivery, sedotan, dan tisu. Barang-barang tersebut memang praktis, tetapi penggunaannya dalam jumlah besar dapat meningkatkan timbulan sampah. Sampah makanan yang menumpuk dan terurai tanpa oksigen juga dapat menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Ilustrasi Sampah Menumpuk di Aliran Sungai

Masalah sampah juga dapat berdampak pada kehidupan manusia. Lingkungan yang dipenuhi sampah dapat meningkatkan risiko pencemaran dan memperburuk kondisi lingkungan. Ketika saluran air tersumbat oleh sampah, misalnya, aliran air dapat terganggu dan meningkatkan risiko genangan atau banjir.

Mengapa Masalah Ini Perlu Mendapat Perhatian?

Urusan sampah bukan lagi masalah yang bisa ditunda. Sampah yang kita hasilkan dari makanan, minuman, belanja, dan aktivitas sehari-hari akan tetap ada setelah kita membuangnya. Karena itu, sebelum menggunakan barang sekali pakai, kita dapat mulai bertanya, โ€œApakah benda ini benar-benar saya butuhkan?โ€

Membawa botol minum yang dapat digunakan kembali, membawa tas belanja, menggunakan wadah makan, dan mengambil makanan secukupnya merupakan beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Ada banyak cara sederhana untuk mengurangi sampah dari sumbernya.

  • Bawa perlengkapan yang dapat digunakan kembali

Gunakan tumbler dan wadah makan ketika bepergian agar tidak selalu bergantung pada kemasan sekali pakai.

  • Kurangi penggunaan plastik sekali pakai

Ketika berbelanja atau membeli makanan, kita dapat menolak kantong plastik atau sedotan jika memang tidak diperlukan.

  • Ambil makanan secukupnya

Usahakan menghabiskan makanan dan mengambil porsi sesuai kebutuhan agar sisa makanan tidak terbuang percuma.

  • Pilah sampah

Pisahkan sampah organik seperti sisa makanan dari sampah anorganik seperti botol, plastik, dan kertas agar lebih mudah diolah.

  • Manfaatkan sampah organik

Sampah organik dapat diolah menggunakan komposter atau dimanfaatkan sebagai pakan maggot Black Soldier Fly (BSF).

  • Manfaatkan sampah anorganik

Sampah plastik tertentu dapat diolah kembali menjadi berbagai produk, seperti ecobrick, atau disalurkan untuk didaur ulang.

Ilustrasi Ecobrick
  • Coba komposter Takakura atau biopori

Sisa tanaman dan bahan organik dapat diolah menjadi kompos menggunakan metode seperti komposter Takakura atau lubang biopori.

Siapa yang Dapat Terlibat?

Pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Keluarga dapat menjadi tempat pertama untuk membiasakan pemilahan dan pengurangan sampah. Anak-anak juga dapat belajar memilah sampah sejak dini agar kebiasaan tersebut terbawa hingga dewasa.

Pedagang dapat menyediakan pilihan kemasan yang lebih ramah lingkungan atau menerima penggunaan wadah yang dibawa pembeli. Komunitas dan pemerintah dapat mendukung melalui edukasi, fasilitas pemilahan, pengumpulan, serta pengolahan sampah yang memadai.

Nggak Ada Aksi yang Kekecilan

Kita tidak harus langsung menerapkan gaya hidup tanpa sampah sepenuhnya. Perubahan dapat dimulai dari satu kebiasaan kecil yang mudah dilakukan, kemudian dilakukan secara konsisten.

Membawa botol minum sendiri, menghabiskan makanan, menolak kantong plastik ketika tidak diperlukan, atau memilah sampah di rumah merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan mulai hari ini. Pilihan tersebut bukan hanya tentang mengurangi sampah, tetapi juga tentang menjaga lingkungan agar tetap sehat bagi kehidupan saat ini dan masa depan.

Tantangan Hari Ini

Mulai hari ini, pilih satu kebiasaan kecil yang paling mudah kamu lakukan. Apakah membawa tumbler, menghabiskan makanan tanpa sisa, menolak kantong plastik, atau memilah sampah?

Coba lakukan kebiasaan tersebut secara konsisten selama 21 hari. Setelah itu, lihat apakah kebiasaan kecil tersebut sudah mulai menjadi bagian dari rutinitasmu.

Sampah yang kita buang tidak hilang begitu saja. Yuk, mulai kurangi dari hal kecil yang bisa kita lakukan hari ini.

Daftar Sumber

  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 2023. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Ditjen PSLB3 KLHK.
  • Mulasari, S. A., Misbach, I., & Sulistyawati, S. 2016. Pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan sampah organik dengan metode Komposter Takakura dan Biopori. *Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement)*, 1(2): 195โ€“203.
  • Sayyidati, R., & Rahabistara, F. 2020. Pemanfaatan limbah plastik menjadi Ecobrick sebagai upaya pengurangan sampah plastik. *Jurnal Pengabdian Masyarakat*, 3(1): 22โ€“29.
  • Wardhana, A. H. 2022. Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai agen hayati pengurai sampah organik dan pakan ternak tinggi protein. Pusat Riset Veteriner, BRIN.
#maggot#TPA#sampah rumah tangga#pengurangan sampah#metana#barang sekali pakai

Konten lain pada kategori ini

Lanjutkan belajar dengan bahan yang masih satu kategori.

4 menit baca
Artikel Dampak IklimID

Industrialisasi Baju Thrifting Pengingat Buruknya Senitasi Grey Water sebagai Sarana Pertumbuhan Gulma dan Penguatan Kem

Tahukah kamu bahwa pakaian bekas yang kita beli juga memiliki jejak lingkungan? Yuk, kenali bagaimana industri pakaian bekas, penggunaan air dan deterjen, serta limbah tekstil dapat memengaruhi kualitas air dan ekosistem, sekaligus mencari cara berbelanja yang lebih bertanggung jawab.

Oleh Apifa Official

Baca Artikel
4 menit baca
Artikel Dampak IklimID

Zero Waste, Zero Excuse: Langkah Kecil Kurangi Limbah, Dampak Besar Untuk Iklim

Pernahkah kamu berpikir bahwa sampah yang kita hasilkan setiap hari juga bisa ikut memengaruhi perubahan iklim? Yuk, kenali hubungan limbah, gas rumah kaca, dan pemanasan global, serta pelajari gaya hidup zero waste melalui langkah sederhana yang bisa dimulai dari diri sendiri.

Oleh Apifa Official

Baca Artikel
7 menit baca
Artikel Dampak IklimID

Jangan Buang! Sisa Dapur Kampus Ini Diubah Jadi Lilin Aromaterapi dan Deterjen

Tahukah kamu bahwa sisa makanan dan minyak jelantah dari dapur ternyata bisa menjadi masalah bagi lingkungan sekaligus peluang yang bernilai? Yuk, kenali cara mengolah limbah dapur menjadi produk bermanfaat dan aksi sederhana yang bisa dilakukan mulai dari rumah, sekolah, atau kampus.

Oleh Apifa Official

Baca Artikel