Mengapa Perubahan Iklim Penting bagi Kita?
Perubahan iklim memengaruhi suhu, hujan, air, kesehatan, ekosistem, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari. Kenali penyebab, dampak, serta aksi yang dapat dilakukan di sekolah.
Difavoritkan 0 orangDibagikan 1 kali
Masuk sebagai siswa untuk menyimpan progres belajarmu dan mengumpulkan badge.
Perubahan iklim bukan hanya tentang suhu bumi yang semakin panas. Perubahan iklim juga dapat memengaruhi pola hujan, musim, ketersediaan air, kesehatan, ekosistem, hingga kegiatan belajar dan kehidupan sehari-hari.
Di Indonesia, dampaknya bisa dirasakan secara berbeda di setiap wilayah. Ada daerah yang menghadapi hujan ekstrem dan banjir, sementara daerah lainnya dapat mengalami kekeringan lebih panjang.
Apa Itu Perubahan Iklim?
Cuaca adalah kondisi atmosfer yang terjadi dalam waktu relatif singkat, misalnya hujan sore ini atau udara yang terasa panas hari ini. Iklim, sebaliknya, menggambarkan pola cuaca dalam periode yang jauh lebih panjang.
Karena itu, satu hari yang sangat panas belum tentu menunjukkan perubahan iklim. Para ilmuwan menggunakan data suhu, curah hujan, dan indikator lainnya selama bertahun-tahun untuk melihat bagaimana iklim berubah.
Mengapa Iklim Bumi Berubah?
Bumi memiliki atmosfer yang mengandung gas rumah kaca seperti karbon dioksida atau COโ. Gas tersebut secara alami membantu mempertahankan panas sehingga suhu bumi cocok untuk kehidupan.
Namun, aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil, perubahan penggunaan lahan, serta berkurangnya tutupan hutan meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca. Akibatnya, semakin banyak panas yang tertahan dalam sistem bumi.
Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Salah satu cara untuk memahami perubahan iklim adalah melihat data iklim dalam jangka panjang. BMKG, misalnya, menyediakan informasi dan proyeksi perubahan iklim untuk berbagai wilayah Indonesia.
Perubahan yang perlu diperhatikan antara lain peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, kejadian hujan ekstrem, kekeringan, serta risiko yang semakin besar bagi wilayah pesisir.
Bagi anak-anak, dampak tersebut juga dapat memengaruhi kesehatan, pendidikan, akses terhadap air bersih, dan lingkungan tempat tinggal. UNICEF Indonesia menempatkan perubahan iklim sebagai isu penting bagi kesejahteraan dan hak anak.
Perubahan Iklim Bisa Memengaruhi Sekolah
Dampak perubahan iklim tidak hanya terjadi jauh dari kehidupan kita. Banjir atau cuaca ekstrem, misalnya, dapat mengganggu perjalanan siswa menuju sekolah dan kegiatan pembelajaran.
Karena itu, pendidikan perubahan iklim menjadi penting. Pemerintah juga telah menyediakan panduan pendidikan perubahan iklim untuk membantu satuan pendidikan membangun kesadaran dan kemampuan siswa dalam merespons perubahan iklim.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Menghadapi perubahan iklim dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu mitigasi dan adaptasi.
Mitigasi berarti mengurangi penyebab perubahan iklim. Di sekolah, contohnya dapat berupa menghemat listrik, mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih dapat digunakan, serta menjaga pepohonan.
Adaptasi berarti menyesuaikan diri terhadap dampak yang terjadi. Contohnya adalah menjaga drainase sekolah, mengetahui informasi cuaca, menghemat air ketika musim kering, dan menambah ruang hijau.
Sekolah juga dapat melakukan aksi bersama melalui kegiatan lingkungan. Program Adiwiyata merupakan salah satu contoh gerakan nasional yang mendorong sekolah dan siswa membangun budaya peduli lingkungan.
Referensi
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Fakta Perubahan Iklim.
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia & UNICEF Indonesia. (2024). Analisis Lanskap Iklim untuk Anak-anak di Indonesia*.
- UNICEF Indonesia. *Aksi Iklim untuk Anak di Indonesia*.
- Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). (2023). *Climate Change 2023: Synthesis Report*.